Bisnis.com, SEMARANG - Saloka Theme Park, taman rekreasi yang berlokasi di Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, berbagi kebahagiaan bersama ratusan anak-anak panti asuhan dari wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Melalui program SaloCare, 470 anak panti asuhan diajak untuk bermain wahana serta berbuka bersama di Saloka Theme Park.
"Saloka memiliki komitmen untuk saling berbagi kepada sesama, terutama di momen-momen seperti Ramadan ini. Maka dari itu, kami mengadakan program SaloCare yang juga mengajak partner-partner kami untuk ikut serta menjadi bagian dari kegiatan ini," jelas Johannes Harwanto, General Manager Saloka Theme Park, Sabtu (22/3/2025).
Melalui program SaloCare, Saloka Theme Park berupaya untuk ikut memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang kurang beruntung. Program tersebut mendapat respon positif tidak hanya dari partner yang ikut mendukung program SaloCare, tetapi juga dari instansi pemerintah setempat.
"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadikan nilai tambah bagi adik-adik untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Ini didedikasikan bahwa Saloka ingin berbagi keceriaan bersama anak-anak panti asuhan," jelas Johannes.
Saloka Theme Park juga telah menyiapkan program khusus jelang perayaan Idulfitri. Untuk menyambut para pemudik yang tiba ke Jawa Tengah, taman rekreasi itu akan menggelar "Kampung Mudik Saloka" pada 28 Maret-13 April 2025. Dengan harga tiket Rp150.000 dan jam operasional pukul 10.00-19.00 WIB, Saloka Theme Park mengajak para pemudik untuk bersilaturahmi bersama keluarga sambil rekreasi.
Johannes menambahkan bahwa Saloka Theme Park ikut menyiapkan aneka pertunjukan khusus selama pelaksanaan Kampung Mudik Saloka. Pertunjukan itu telah disiapkan oleh penari yang tergabung dalam Sanggar Saloka. Selain itu, Johannes mengungkapkan bahwa para pengunjung di momen libur Lebaran juga akan dihibur oleh pertumbuhan 'Marching Blek'.
"Ini adalah sebuah pertunjukan seperti Marching Band, tetapi menggunakan barang bekas seperti drum dengan perpaduan musik pentatonik dan diatonik. Ini menjadi ciri khas di sekitar Saloka, sehingga ini akan kita kembangkan dengan kemasan yang baru," jelas Johannes.