Bisnis.com, SEMARANG — Bank Jateng Cabang Batang mendukung program pencegahan stunting yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Batang melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Program Genting digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang.
Program pencegahan stunting diselenggarakan dengan melibatkan masyarakat. Setiap desa menyiapkan minimal satu orang tua asuh yang bertugas memberikan makanan bergizi kepada anak-anak berisiko stunting selama enam bulan berturut-turut. Target awal program ini adalah sekitar 3.000 anak yang berisiko stunting.
Dalam mendukung program Genting, Bank Jateng berperan sebagai fasilitator penyaluran bantuan secara nontunai. Sebagai lembaga keuangan yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, Bank Jateng memfasilitasi penyaluran dana yang terkumpul langsung kepada orang tua asuh, tanpa perantara, memastikan transparansi dan efektivitas dalam setiap tahap distribusi bantuan.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang Sapto Nugroho menyampaikan bahwa program Genting merupakan inisiatif yang sangat penting untuk mengatasi stunting yang menjadi isu kesehatan jangka panjang.
“Kami percaya bahwa dengan semangat gotong royong, kita semua dapat memberikan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak di Batang,” ujar Sapto dalam siaran pers, Sabtu (30/8/2025).
Faelasufa Faiz, Ketua TP PKK Kabupaten Batang sekaligus Bunda Asuh Anak Stunting, menjelaskan bahwa program Genting bukan sekadar memberikan bantuan konsumtif, melainkan bentuk kepedulian kolektif yang disusun secara sistematis untuk mengatasi akar masalah stunting.
Selain bantuan makanan bergizi, program ini juga dilengkapi dengan sistem monitoring yang ketat. Orang tua asuh diharuskan mengirimkan foto dokumentasi setiap kali anak makan melalui WhatsApp, dan data anak-anak yang terlibat dalam program ini akan terintegrasi dengan dashboard Posyandu untuk memantau perkembangan gizi secara lebih akurat.
Selain itu, orang tua asuh juga akan dibekali dengan pengetahuan tentang gizi, teknik menyuapi anak, serta pola asuh sehat, agar mereka tidak hanya memberi makan, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
Pihak TP PKK juga bekerja sama dengan tenaga medis dari Puskesmas dan PLKB yang akan memantau apabila ada anak yang tidak menunjukkan kenaikan berat badan dalam dua bulan.