Bisnis.com, SEMARANG — Perusahaan multinasional masuk ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City pada pengujung tahun 2024. Kali ini, ada tiga perusahaan yang bergabung, yaitu PT Nesinak Manufacturing Indonesia asal Jepang, PT Youmi Medika Industri dan PT Luban Material Indonesia yang sama-sama berasal dari China.
Ketiga perusahaan tersebut resmi menjadi tenant KITB usai menandatangani Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) dan Perjanjian Sewa Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) pada Jumat (6/12/2024). "Penandatanganan ini adalah momen penting, karena kami tidak hanya menciptakan kawasan industri, tetapi juga kota terpadu yang modern," jelas Ngurah Wirawan, Direktur Utama KITB.
Sebagai informasi, PT Nesinak Manufacturing Indosesia menjadi tenant asal Jepang pertama yang bergabung ke KITB. Produsen komponen karet untuk produk elektronik dan otomotif asal Jepang itu menempati lahan seluas 1,8 hektare (Ha) serta 2 unit BPSP seluas 3.768 m³. Ngurah mengungkapkan bahwa perusahaan itu menanamkan investasi sebesar Rp20 miliar di KITB.
Penyewaan BPSP juga dilakukan oleh PT Youmi Medika Industri, sebuah perusahaan alat kesehatan yang telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun. Sebanyak 8 unit BPSP seluas 8.316 m³ langsung disewa oleh perusahaan tersebut.
Nantinya, PT Youmi Medika Industri bakal memproduksi cotton swabs atau korek kapas. Produk tersebut bakal dipasarkan ke kawasan Timur Tengah serta Asia Selatan.
Lebih lanjut, kehadiran PT Luban Material Indonesia ikut menambah jumlah pelaku industri hijau di KITB. Perusahaan asal China itu bakal memproduksi jendela, pintu, serta teralis berbahan dasar alumunium lokal. Nantinya, perusahaan itu bakal mempekerjaan 50% lebih tenaga kerja Indonesia di lokasi pabrik barunya tersebut.
Dalam keterangan tertulisnya, Ngurah menegaskan komitmen KITB untuk mewujudkan kawasan terintegrasi yang menggabungkan kawasan industri, perkotaan, serta pariwisata di Kabupaten Batang. "Kami berkomitmen menyediakan fasilitas terbaik untuk para investor dan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan bisnis global," terangnya.
Ngurah menyebut kehadiran tiga tenant baru dari Jepang dan China tersebut semakin mengukuhkan posisi KITB sebagai pusat investasi global. Hal tersebut tak hanya menciptakan peluang bisnis baru bagi para investor, tetapi juga ikut mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
KITB Kedatangan 3 Tenant Baru dari China dan Jepang
Pada pengujung 2024, jumlah tenant KITB kembali bertambah. Ada tiga tenant baru dari perusahaan multinasional masuk lewat PPTI dan Perjanjian Sewa BPSP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : M Faisal Nur Ikhsan
Editor : Miftahul Ulum
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

1 hari yang lalu
Hartono Brothers' Fortune Soars Ahead of Eid 2025
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
